Selasa, 13 Maret 2012


Ketika NBL Indonesia akan bergulir dan mulai bergulir melalui Preseason Tournament bulan Juli 2010 di Malang, banyak nama pemain bermunculan yang diramalkan akan sangat bersinar di NBL Indonesia 2010-2011. Sebut saja Mario Wuysang (setelah turnamen pindah ke Satria Muda ABL), Rony Gunawan, I Made “Lolik” Sudiadnyana, Faisal Achmad, Dimas Aryo Dewanto, Valentino Wuwungan, Fadlan Minallah, Bima Rizky, Denny Sumargo (saat itu belum jelas akan masih bermain atau pensiun), Kelly Purwanto, Andi Batam dan lain-lain.
Tak ada yang menyebut Ary Chandra, bahkan mungkin tak ada yang sempat memasukan Ary Chandra. Ary Chandra siapa? Ary sempat bermain di pertandingan pertama Pelita Jaya saat dikalahkan CLS Knights di turnamen preseason Malang. Saat itu Ary mencetak 11 angka, empat angka di bawah forward Pelita Jaya, Komink. Setelah itu Ary tak lagi bermain karena sakit. Pelita Jaya pun tak lolos babak empat besar turnamen preseason.
Pada pertandingan pertama Seri Surabaya sekaligus pertandingan pertama Pelita Jaya di musim reguler, Pelita Jaya menghadapi CLS Knights Surabaya. Kala itu, semua orang menunggu penampilan Dimas Aryo Dewanto, pemain lincah yang baru saja dibeli Pelita Jaya dari Bimasakti Malang. Dimas, bermain dahsyat. Ia memukau banyak orang. Dimas memang jagoan. Tapi tunggu dulu, pemain yang paling banyak mencetak angka bukanlah Dimas. Dimas mencetak delapan angka. Pencetak angka terbanyak adalah Ary Chandra, 18 poin.
Kehebatan Ary Chandra berlanjut. Meskipun kadang tak menjadi pilihan utama Coach Rastafari untuk tampil sebagai lima pemain pertama, Ary Chandra justru kerap menonjol sebagai pendulang angka terbanyak. Hingga akhir klasemen, Ary Chandra adalah pemain dengan raihan rerata angka tertinggi di NBL Indonesia dengan 14,04 poin per laga, di atas I Made “Lolik” Sudiadnyana yang hanya 13,85 poin per laga.
Dalam salah dua pertandingan terakhir Pelita Jaya di Seri Jakarta, Ary Chandra menggila! Ketika melawan Citra Satria, Ary Chandra hanya kurang satu poin dalam memecahkan rekor Okiwira yang membukukan 34 poin dalam satu game. Ary Chandra hanya mencetak 33 poin.
Penampilan Ary Chandra mencapai klimaks di pertandingan terakhir Seri Jakarta sekaligus seri reguler NBL Indonesia 2010-2011. Ketika Pelita Jaya mengalahkan Bimasakti dengan skor 114-48, Ary Chandra mencetak 42 poin! Delapan angka di atas rekor lama yang dipegang Okiwira. Luar biasa!
Akhirnya di akhir musim reguler, ketika seluruh pemain mengakumulasi semua angka yang pernah mereka cetak, Amin Prihantono mencetak 316 poin, Xaverius Prawiro 316 poin, Merio Ferdiyansyah 340, dan I Made Sudiadnyana 360 poin. Berapakah poin Ary Chandra selama berlaga di musim reguler NBL? 379 poin! Terbanyak!
Dulu, Ary Chandra tak masuk pantauan radar penonton bahkan mungkin kurang diperhitungkan lawan (dibandingkan pemain Pelita Jaya lainnya) ketika musim mulai bergulir. Kini ketika musim sudah berakhir, Ary Chandra masih saja tak tampak dalam layar radar. Dari 10 kandidat pemain terbaik NBL (MVP) yang salah satu faktor penilaiannya adalah raihan statistik, Ary Chandra tetap tenggelam. Tak terlihat bak ninja. Membunuh, tapi tak meninggalkan jejak!!!



Tags: Dimaz Muharri
Dimaz Muharri adalah pemain NBL Indonesia yang bermain untuk CLS Knight Surabaya. Dia lahir di Binjai, 17 September 1985. Tinggi badannya 181 cm dan berat badannya 70 kg.







0 komentar:
Posting Komentar